HomeWork 7 Introductory of Geophysics
Ayat-ayat yang
Berhubungan dengan Seismologi
Q.S Al-Hijr Ayat 85
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ
فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ
Artinya: “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi
dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya
saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang
baik.”
SEISMOLOGI
A.
Ruang
Lingkup dan Sejarah Seismologi
Seismologi
pada mulanya merupakan ilmu yang mempelajari tentang gempabumi ( seismos =
gempabumi ), tetapi karena perkembangan dari pengetahuan dan teknologi
seismologi telah tumbuh menjadi sangat luas dengan bertambahnya beberapa cabang
lain, maka definisi dari Seismologi adalah ilmu yang mempelajari gempabumi dan
getaran tanah lainnya. Studi tentang gempabumi itu sendiri tetap menjadi inti
dari ilmu seismologi.
Cabang
seismologi selain yang khusus mempelajari tentang gempa bumi antara lain adalah
seismologi teknik (earthquake engineering), seismologi prospecting, seismologi
nuklir, seismologi forcasting.
Seismologi sendiri merupakan cabang dari Solid earth physics yang merupakan
cabang ilmu geofisika. Sedang geofisika sendiri merupakan cabang dari geosains.
Untuk jelasnya posisi seismologi dari anak cabang geofisika dapat dilihat pada
skema berikut:
Seperti halnya geofisika, aktivitas
yang terkait dengan seismologi meliputi kegiatan kegiatan pengamatan,
eksperimen dan penelitian di laboratorium serta penelitian secara teoritis.
Obyek
Penelitian bidang seismologi adalah bagian dalam bumi sedangkan pengamatannya
dilakukan di permukaan, sehingga sering mengalami kendala, dimana hasil
interpretasinya antara peneliti yang satu dengan yang lain sering berbeda. Hal
ini karena disamping penelitian tidak pada obyeknya langsung, tetapi juga
menggunakan asumsi-asumsi yang berbeda. Untuk menghasilkan interpretasi yang
lebih akurat penelitian seismologi harus seiring dengan penelitian geofisika
yang lain seperti, geomagnit, geolistrik, dan gravitasi. Disamping itu yang
lebih utama adalah eksperimen dan penelitian yang dilakukan di laboratorium dan
juga analisis teoritis yang didukung dengan ilmu penunjang yang lain seperti
fisika, matematika, statistik dan geologi.
Seismologi
menjadi ilmu pengetahuan sendiri sejak permulaan abad 20, tetapi dasar teorinya
seperti teori elastisitas telah berkembang sejak pertengahan abad 19 oleh
Cauchy dan Poisson. Sedang pengamatan gempabumi dengan akibat-akibatnya telah
dimulai sejak permulaan jaman sejarah, terutama di tempat gempabumi tersebut
sering terjadi dan mengganggu kepentingan manusia.
Alat
pengamat gempa pertama dalam bentuk yang sangat sederhana dibuat di Cina pada
abad pertama yang disebut dengan seismoscope. Sedangkan di Indonesia pengamatan
gempabumi secara instrumental dilakukan pertama kali pada tahun 1898 dengan
seismograf Ewing yang dioperasikan oleh pemerintah Belanda, kemudian pada tahun
1908 dipasang seismograf Wichert yang sampai saat ini masih terawat dengan baik
dan berada di Stasiun Geofisika Jakarta. Alat ini menggunakan sistem pendulum
dimana berat pendulumnya sendiri sekitar satu ton.
B.
Gempa
Bumi
Setiap
tahun planet bumi digoyang oleh lebih dari 10 gempa bumi besar yang membunuh ribuan manusia, merusak bangunan dan
infra struktur serta menjadi bencana alam yang menimbulkan dampak negatif
terhadap perekonomian dan sosial pada daerah di sekitar yang diakibatkannya.
Pada masyarakat tradisional dan awam gempabumi disebabkan oleh bermacam-macam
hal sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat.
Menurut
teori tektonik lempeng, bagian luar bumi merupakan kulit yang tersusun oleh
lempeng-lempeng tektonik yang saling bergerak. Di bagian atas disebut lapisan
litosfir merupakan bagian kerak bumi yang tersusun dari material yang kaku.
Lapisan ini mempunyai ketebalan sampai 80 km di daratan dan sekitar 15 km di
bawah samudra. Lapisan di bawahnya disebut astenosfir yang berbentuk padat dan
materinya dapat bergerak karena perbedaan tekanan.
Litosfir
adalah suatu lapisan kulit bumi yang kaku, lapisan ini mengapung di atas
astenosfir. Litosfir bukan merupakan satu kesatuan tetapi terpisah-pisah dalam
beberapa lempeng yang masing-masing bergerak dengan arah dan kecepatan yang berbeda-beda.
Pergerakan tersebut disebabkan oleh adanya arus konveksi yang terjadi di dalam
bumi.
Bila
dua buah lempeng bertumbukan maka pada daerah batas antara dua lempeng akan
terjadi tegangan. Salah satu lempeng akan menyusup ke bawah lempeng yang lain,
masuk ke bawah lapisan astenosfir. Pada umumnya lempeng samudra akan menyusup
ke bawah lempeng benua, hal ini disebabkan lempeng samudra mempunyai densitas
yang lebih besar dibandingkan dengan lempeng benua.
Apabila
tegangan tersebut telah sedemikian besar sehingga melampaui kekuatan kulit
bumi, maka akan terjadi patahan pada kulit bumi tersebut di daerah terlemah.
Kulit bumi yang patah tersebut akan melepaskan energi atau tegangan sebagian
atau seluruhnya untuk kembali ke keadaan semula. Peristiwa pelepasan energi ini
disebut gempabumi.
C.
Jenis-Jenis
Lempeng
Batas
lempeng tektonik dapat dibedakan atas tiga bentuk utama, konvergen, divergen,
dan sesar mendatar. Bentuk yang lainnya merupakan kombinasi dari tiga bentuk
batas lempeng ini.
1. Lempeng
Konvergen
Pada bentuk konvergen lempeng yang satu
relatif bergerak menyusup di bawah lempeng yang lain. Zona tumbukan ini
diindikasikan dengan adanya palung laut (trench), dan sering disebut juga
dengan zona subduksi atau zona Wadati-Benioff. Zona penunjaman ini menyusup
sampai kedalaman 700 km dibawah permukaan bumi di lapisan astenosfir. Bentuk
konvergen berasosiasi terhadap sumber gempa dalam dan juga gunung api.
2. Lempeng
Divergen
Pada bentuk divergen kedua lempeng saling
menjauh sehingga selalu terbentuk material baru dari dalam bumi yang
menyebabkan munculnya pegunungan di dasar laut yang disebut punggung tengah
samudra (mid oceanic ridge).
3. Sesar
Mendatar
Sedang pada tipe jenis sesar mendatar
kedua lempeng saling bergerak mendatar. Sketsa jenis pertemuan lempeng tektonik
dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar1.1:
Sketsa jenis pertemuan lempeng tektonik
Akibat
pergerakan lempeng tektonik, maka di sekitar perbatasan lempeng akan terjadi
akumulasi energi yang disebabkan baik karena tekanan, regangan ataupun gesekan.
Energi yang terakumulasi ini jika melewati batas kemampuan atau ketahanan
batuan akan menyebabkan patahnya lapisan batuan tersebut.
Jadi gempa bumi tidak lain merupakan
manifestasi dari getaran lapisan batuan yang patah yang energinya menjalar
melalui badan dan permukaan bumi berupa gelombang seismik.
Gempabumi
yang terjadi di sekitar perbatasan lempeng biasa disebut gempa interplate,
sedang yang terjadi pada patahan lokal yang berada pada satu lempeng disebut
gempa intraplate. Karena bentuk pertemuan lempeng ada tiga macam, dengan
demikian gempa interplate juga bisa terjadi tiga macam, yaitu:
o Gempa bumi
yang terjadi di sepanjang sistem rift dimana lempeng samudra terbentuk.
o Gempa bumi
yang terjadi di sepanjang sistem subduksi dimana lempeng samudra menyusup di
bawah lempeng kontinen.
o Gempa bumi
yang terjadi di sepanjang patahan transform atau sesar geser dimana pertemuan
lempeng tektonik saling menggeser secara horizontal.
D.
Jenis-Jenis
Gempa Bumi
Gempabumi
yang merupakan fenomena alam yang bersifat merusak dan menimbulkan bencana
dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:
1.
Gempabumi Vulkanik ( Gunung Api )
Gempa bumi ini terjadi akibat adanya
aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila
keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga
akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di
sekitar gunung api tersebut.
2.
Gempa Tektonik
Gempabumi
ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang
mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi
ini banyak menimbulkan kerusakan atau
bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh
bagian bumi
3.
Gempa Runtuhan
Gempabumi
ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat
lokal.
4.
Gempa Bumi Buatan
Gempa
bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia,
seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.
E.
Sumber
Gempa Bumi
Seperti
telah dijelaskan diatas bahwa pembangkit utama terjadinya gempabumi adalah
pergerakan lempeng tektonik. Akibat pergerakan lempeng maka di sekitar
perbatasan lempeng akan terakumulasi energi, dan jika lapisan batuan telah
tidak mampu manahannya maka energi akan terlepas yang menyebabkan terjadinya
patahan ataupun deformasi pada lapisan kerak bumi dan terjadilah gempabumi
tektonik. Disamping itu akibat adanya pergerakan lempeng tadi terjadi patahan
(sesar) pada lapisan bagian atas kerak bumi yang merupakan pembangkit kedua
terjadinya gempabumi tektonik.
Jadi
sumber-sumber gempabumi keberadaannya ada pada perbatasan lempeng lempeng
tektonik dan patahan- patahan aktif. Indonesia merupakan salah satu wilayah
yang sangat aktif terhadap gempabumi, karena terletak pada pertemuan tiga
lempeng tektonik utama dan satu lempeng tektonik kecil. Ketiga lempeng tektonik
itu adalah lempeng tektonik Indo-Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik
serta lempeng kecil Filipina.
Gambar1.2. Globe lempeng tektonik
Gambar 1.3 memperlihatkan 7 lempeng utama, yaitu
lempeng Eurasia, Pasifik, Indo-Australia, Afrika, Amerika Utara, Amerika
Selatan, Antartika dan beberapa lempeng kecil lainnya
Terdapat tiga jalur utama gempabumi
yang merupakan batas pertemuan dari beberapa lempeng tektonik aktif:
1.
Jalur
Gempabumi Sirkum Pasifik
Jalur ini dimulai dari Cardilleras
de los Andes (Chili, Equador dan Caribia), Amerika Tengah, Mexico, California
British Columbia, Alaska, Alaution Islands, Kamchatka, Jepang, Taiwan,
Filipina, Indonesia, Polynesia dan berakhir di New Zealand.
2.
Jalur
Gempabumi Mediteran atau Trans Asiatic
Jalur ini dimulai dari Azores,
Mediteran (Maroko, Portugal, Italia, Balkan, Rumania), Turki, Kaukasus, Irak,
Iran, Afghanistan, Himalaya, Burma, Indonesia (Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara,
dan Laut Banda) dan akhirnya bertemu dengan jalur Sirkum Pasifik di daerah
Maluku
3. Jalur Gempabumi Mid-Atlantic
Jalur
ini mengikuti Mid-Atlantic Ridge yaitu Spitsbergen, Iceland dan Atlantik
selatan
Sebanyak 80 %
dari gempa di dunia, terjadi di jalur Sirkum Pasifik yang sering disebut sebagai Ring of Fire karena juga merupakan jalur Vulkanik. Sedangkan pada jalur Mediteran terdapat 15 % gempa dan sisanya sebanyak 5 % tersebar di Mid Atlantic
dan tempat-tempat lainnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Prajuto,
Karakteristik Gempa Bumi Susulan Sukabumi 10 Februari 1982, Universitas Indonesia Jakarta, 1983.
HomeWork 6 Introductory of Geophysics
Ayat-Ayat
Yang Berhubungan Dengan Metode Seismik
Allah
telah berfirman dalam surah Al-Fathir ayat 39
هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَمَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ ۖ وَلَا يَزِيدُ
الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًا ۖ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًا
Artinya: “Dialah
yang menjadikan kamu Khalifah-khalifah di muka bumi.barang siapa yang kafir,
maka kekafirannya menimpa dirinya sendiri, dan kekafiran orang-orang yang kafir
itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan
kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian
bagi mereka.” (Q.S. Al-Fathir : 39)
Ayat di atas menerangkan bahwa manusia diciptakan di
bumi ini sebagai khalifah. Tugas sebagai khalifah tentunya adalah berkuasa atas
segala yang ada di alam untuk dikelola untuk mencukupi kebutuhan.
METODE
SEISMIK
A. Pengenalan Seismologi
Seismologi berasal dari dua kata
dalam bahasa Yunani, yaitu seismos yang berarti getaran atau goncangan dan
logos yang berarti risalah atau ilmu pengetahuan. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa seismologi adalah ilmu yang mempelajari tentang getaran pada bumi. Lalu
kata gempa bumi. Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di
permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang
menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan
kerak Bumi (lempeng Bumi).
Sedangkan
gelombang seismik adalah rambatan energi yang disebabkan karena adanya gangguan
di dalam kerak bumi, misalnya adanya patahan atau adanya ledakan. Energi ini
akan merambat ke seluruh bagian bumi dan dapat terekam oleh seismometer. Hasil
dari rekaman seismometer tersebut dinamakan seismogram. Dan seismogram adalah
rekaman gerak bumi (getaran) pada suatu tempat dalam kurun waktu tertentu, dari
seismogram dapat kita ketahui besar getaran yang terjadi jika ada gempa dalam
skala Mercalli, skala kekuatan Moment, ataupun skala Richter, hal ini tergantung metode yang digunakan.
Seismologi sendiri terbagi menjadi 4, yaitu :
1.
Seismologi Observasi
a.
Pendektesian dan perekaman gempa-gempa
yang terjadi di permukaan bumi.
b. Mengkatalog
gempa-gempa.
c. Mengamati
efek-efek dari gempa yang terjadi.
2. Seismologi Teknik
a. Estimasi
bencana seismik dan resikonya.
b. Perancangan
bangunan-bangunan tahan gempa.
3. Seismologi Fisis
a. Studi
tentang sifat-sifat interior bumi.
b. Studi
tentang karakteristik fisika dari sumber-sumber gempa.
4. Seismologi Eksplorasi
a. Penerapan
metode-metode seismik dalam pencarian sumber daya alam.
B. Seismologi Eksplorasi
Metode
seismik sendiri dikelompokkan dalam metode geofisika aktif, dimana pengukuran
dilakukan dengan menggunakan ‘sumber’ seismic (palu, ledakan, dll). Setelah usikan
diberikan, terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah/batuan) yang
memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan
ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu
jarak tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam sebagai fungsi waktu.
Berdasar data rekaman inilah dapat ‘diperkirakan’ bentuk lapisan/struktur di dalam tanah.
Metode seismik di bagi menjadi dua,
yaitu seismik refraksi (Bias) dan seismik refleksi (pantul). Survey refleksi
memberikan data yang lebih akurat dan cakupan luasan yang besar sehingga
membutuhkan biaya yang sangat besar. Karena survey refleksi membutuhkan biaya
lebih besar daripada survey refraksi, maka sebagai konsekuensinya survey
refraksi lebih senang digunakan untuk lingkup sempit/kecil. Misalnya digunakan
dalam mendukung analisis lingkungan atau geologi teknik. Sedangkan survey
refleksi digunakan dalam eksplorasi minyak bumi.
C. Pengertian Metode seismik dan Hukum
Fisika Yang Terkait
Metoda seismik adalah salah satu metoda eksplorasi
yang didasarkan pada pengukuran respon gelombang seismik (suara) yang
dimasukkan ke dalam tanah dan kemudian direleksikan atau direfraksikan
sepanjang perbedaan lapisan tanah atau batas-batas batuan. Sumber seismik
umumnya adalah palu godam (sledgehammer) yang dihantamkan pada pelat besi di
atas tanah, benda bermassa besar yang dijatuhkan atau ledakan dinamit. Respons
yang tertangkap dari tanah diukur dengan sensor yang disebut geofon, yang
mengukur pergerakan bumi.
Eksperimen seismik aktif pertama kali dilakukan
padatahun 1845 oleh Robert Mallet, yang oleh kebanyakan orang dikenal sebagai
bapak seismologi instrumentasi. Mallet mengukur waktu transmisi gelombang
seismik,yang dikenal sebagai gelombang permukaan, yang dibangkitkan oleh sebuah
ledakan. Mallet meletakkan sebuah wadah kecil berisi merkuri pada beberapa
jarak dari sumber ledakan dan mencatat waktu yang diperlukan oleh merkuri untuk
be-riak. Pada tahun 1909, Andrija Mohorovicic menggunakan waktu jalar dari
sumber gempa bumi untuk eksperimennya dan menemukan keberadaan bidang batas
antara mantel dan kerak bumi yang sekarang disebut sebagai Moho.
Gelombang seismik mempunyai kelakuan yang sama
dengan kelakuan gelombang cahaya, sehingga hukum-hukum yang berlaku untuk
gelombang cahaya berlaku juga untuk gelombang seismik. Hukum-hukum tersebut
antara lain:
1. Huygens
mengatakan bahwa gelombang menyebar dari sebuah titik sumber gelombang ke
segala arah dengan bentuk bola.
2. Hukum
snellius menyatakan bahwa bila suatu gelombang jatuh diatas bidang batas dua
medium yang mempunyai perbedaan densitas, maka gelombang tersebut akan
dibiaskan jika sudut datang gelombang lebih kecil atau sama dengan sudut
kritisnya. Gelombang akan dipantulkan jika sudut datangnya lebih besar dari
sudut kritisnya. Gelombang datang, gelombang bias, gelombang pantul terletak
pada suatu bidang datar.
D.
Jenis-Jenis
Metode Seismik
Jenis-jenis metode seismik terbagi 2, yaitu:
1. Metode
Seismik Refraksi
Metode seismik refraksi adalah metode
yang mengukur gelombang yang dipantulkan sepanjang formasi geologi di bawah
permukaan tanah. Peristiwa refraksi umumnya terjadi pada permukaan air tanah
dan bagian paling atas formasi bantalan batuan cadas. Grafik waktu datang
gelombang pertama seismik pada masing-masing geofon memberikan informasi
mengenai kedalaman dan lokassi dari horizon geologi ini. Informasi ini kemudian
digambarkan dalam suatu penampang silang untuk menunjukkan kedalaman dari
permukaan tanah
2. Metode
Seismik Refleksi
Metode
seismik refleksi adalah metode seismik yang mengukur waktu yang diperlukan
suatu impuls suara untuk melaju dari sumber suara, terpantul oleh batas-batas
formasi geologi, dan kembali ke permukaan tanah pada sebuah geophone. Refleksi
dari suatu horizon geologi mirip dengan gema pada suatu muka tebing atau
jurang. Metode ini banyak dimanfaatkan untuk keperluan eksplorasi perminyakan,
penentuan sumber gempa ataupun mendeteksi struktur lapisan tanah.
Gambar
2.1. survey seismik refleksi darat
Gambar
2.2. survey seismik refleksi laut
E. Kelebihan
dan Kekurangan Metode Seismik Dibandingkan Metode Geofisika Lainnya
Kelebihan
|
Kekurangan
|
Dapat mendeteksi variasi baik lateral maupun
kedalaman dalam parameter fisis yang relevan, yaitu kecepatan seismik.
|
Banyaknya data yang dikumpulkan dalam sebuah
survei akan sangat besar jika diinginkan data yang baik
|
Dapat menghasilkan citra kenampakan struktur
di bawah permukaan
|
Perolehan data sangat mahal baik akuisisi dan
logistik dibandingkan dengan metode geofisika lainnya.
|
Dapat dipergunakan untuk membatasi kenampakan
stratigrafi dan beberapa kenampakan pengendapan.
|
Reduksi dan prosesing membutuhkan banyak
waktu, membutuhkan komputer mahal dan ahli-ahli yang banyak.
|
Respon pada penjalaran gelombang seismik
bergantung dari densitas batuan dan konstanta elastisitas lainnya. Sehingga,
setiap perubahan konstanta tersebut (porositas, permeabilitas, kompaksi, dll)
pada prinsipnya dapat diketahui dari metode seismik.
|
Peralatan yang diperlukan dalam akuisisi
umumnya lebih mahal dari metode geofisika lainnya.
|
Memungkinkan untuk deteksi langsung terhadap
keberadaan hidrokarbon
|
Deteksi langsung terhadap kontaminan, misalnya
pembuangan limbah, tidak dapat dilakukan.
|
F.
Kelebihan
dan Kekurangan Metode Seismik Refleksi dan Refraksi
Metode
Seismik Refraksi (Bias)
|
Metode
Seismik Refleksi (Pantul)
|
Keunggulan
|
Kelemahan
|
Pengamatan
refraksi membutuhkan lokasi sumber dan penerima yang kecil, sehingga relatif
murah dalam pengambilan datanya
|
Karena
lokasi sumber dan penerima yang cukup lebar untuk memberikan citra bawah
permukaan yang lebih baik, maka biaya akuisisi menjadi lebih mahal.
|
Prosesing
refraksi relatif simpel dilakukan kecuali proses filtering untuk memperkuat sinyal
first berak yang dibaca.
|
Prosesing
seismik refleksi memerluakn komputer yang lebih mahal, dan sistem data base
yang jauh lebih handal.
|
Karena
pengambilan data dan lokasi yang cukup kecil, maka pengembangan model untuk
interpretasi tidak terlalu sulit dilakukan seperti metode geofisika lainnya
|
Karena
banyaknya data yang direkam, pengetahuan terhadap database harus kuat,
diperlukan juga beberapa asumsi tentang model yang kompleks dan interpretasi
membutuhkan personal yang cukup ahli.
|
Kelemahan
|
Keunggulan
|
Dalam
pengukuran yang regional , Seismik refraksi membutuhkan offset yang lebih
lebar.
|
Pengukuran
seismik pantul menggunakan offset yang lebih kecil
|
Seismik
bias hanya bekerja jika kecepatan gelombang meningkat sebagai fungsi
kedalaman.
|
Seismik
pantul dapat bekerja bagaimanapun perubahan kecepatan sebagai fungsi
kedalaman
|
Seismik
bias biasanya diinterpretasikan dalam bentuk lapisan-lapisan. Masing-masing
lapisan memiliki dip dan topografi
|
Seismik
pantul lebih mampu melihat struktur yang lebih kompleks
|
Seismik
bias hanya menggunakan waktu tiba sebagai fungsi jarak (offset)
|
Seismik
pantul merekan dan menggunakan semua medan gelombang yang terekam.
|
Model
yang dibuat didesain untuk menghasilkan waktu jalar teramati.
|
Bawah
permukaan dapat tergambar secara langsung dari data terukur
|
DAFTAR PUSTAKA
Encyclopedia
Americana International Edition. Grolier Incorporate. 1990. Danbury,
Connecticut
Geofisika.
2010. Aplikasi metode geofisika dalam eksplorasi mineral. http:// www. Geocis.net/products/1/0/Geofisika/.






