- Back to Home »
- HomeWork 6 Introductory of Geophysics
Posted by : Unknown
Minggu, 19 Juni 2016
Ayat-Ayat
Yang Berhubungan Dengan Metode Seismik
Allah
telah berfirman dalam surah Al-Fathir ayat 39
هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَمَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ ۖ وَلَا يَزِيدُ
الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًا ۖ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًا
Artinya: “Dialah
yang menjadikan kamu Khalifah-khalifah di muka bumi.barang siapa yang kafir,
maka kekafirannya menimpa dirinya sendiri, dan kekafiran orang-orang yang kafir
itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan
kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian
bagi mereka.” (Q.S. Al-Fathir : 39)
Ayat di atas menerangkan bahwa manusia diciptakan di
bumi ini sebagai khalifah. Tugas sebagai khalifah tentunya adalah berkuasa atas
segala yang ada di alam untuk dikelola untuk mencukupi kebutuhan.
METODE
SEISMIK
A. Pengenalan Seismologi
Seismologi berasal dari dua kata
dalam bahasa Yunani, yaitu seismos yang berarti getaran atau goncangan dan
logos yang berarti risalah atau ilmu pengetahuan. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa seismologi adalah ilmu yang mempelajari tentang getaran pada bumi. Lalu
kata gempa bumi. Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di
permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang
menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan
kerak Bumi (lempeng Bumi).
Sedangkan
gelombang seismik adalah rambatan energi yang disebabkan karena adanya gangguan
di dalam kerak bumi, misalnya adanya patahan atau adanya ledakan. Energi ini
akan merambat ke seluruh bagian bumi dan dapat terekam oleh seismometer. Hasil
dari rekaman seismometer tersebut dinamakan seismogram. Dan seismogram adalah
rekaman gerak bumi (getaran) pada suatu tempat dalam kurun waktu tertentu, dari
seismogram dapat kita ketahui besar getaran yang terjadi jika ada gempa dalam
skala Mercalli, skala kekuatan Moment, ataupun skala Richter, hal ini tergantung metode yang digunakan.
Seismologi sendiri terbagi menjadi 4, yaitu :
1.
Seismologi Observasi
a.
Pendektesian dan perekaman gempa-gempa
yang terjadi di permukaan bumi.
b. Mengkatalog
gempa-gempa.
c. Mengamati
efek-efek dari gempa yang terjadi.
2. Seismologi Teknik
a. Estimasi
bencana seismik dan resikonya.
b. Perancangan
bangunan-bangunan tahan gempa.
3. Seismologi Fisis
a. Studi
tentang sifat-sifat interior bumi.
b. Studi
tentang karakteristik fisika dari sumber-sumber gempa.
4. Seismologi Eksplorasi
a. Penerapan
metode-metode seismik dalam pencarian sumber daya alam.
B. Seismologi Eksplorasi
Metode
seismik sendiri dikelompokkan dalam metode geofisika aktif, dimana pengukuran
dilakukan dengan menggunakan ‘sumber’ seismic (palu, ledakan, dll). Setelah usikan
diberikan, terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah/batuan) yang
memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan
ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu
jarak tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam sebagai fungsi waktu.
Berdasar data rekaman inilah dapat ‘diperkirakan’ bentuk lapisan/struktur di dalam tanah.
Metode seismik di bagi menjadi dua,
yaitu seismik refraksi (Bias) dan seismik refleksi (pantul). Survey refleksi
memberikan data yang lebih akurat dan cakupan luasan yang besar sehingga
membutuhkan biaya yang sangat besar. Karena survey refleksi membutuhkan biaya
lebih besar daripada survey refraksi, maka sebagai konsekuensinya survey
refraksi lebih senang digunakan untuk lingkup sempit/kecil. Misalnya digunakan
dalam mendukung analisis lingkungan atau geologi teknik. Sedangkan survey
refleksi digunakan dalam eksplorasi minyak bumi.
C. Pengertian Metode seismik dan Hukum
Fisika Yang Terkait
Metoda seismik adalah salah satu metoda eksplorasi
yang didasarkan pada pengukuran respon gelombang seismik (suara) yang
dimasukkan ke dalam tanah dan kemudian direleksikan atau direfraksikan
sepanjang perbedaan lapisan tanah atau batas-batas batuan. Sumber seismik
umumnya adalah palu godam (sledgehammer) yang dihantamkan pada pelat besi di
atas tanah, benda bermassa besar yang dijatuhkan atau ledakan dinamit. Respons
yang tertangkap dari tanah diukur dengan sensor yang disebut geofon, yang
mengukur pergerakan bumi.
Eksperimen seismik aktif pertama kali dilakukan
padatahun 1845 oleh Robert Mallet, yang oleh kebanyakan orang dikenal sebagai
bapak seismologi instrumentasi. Mallet mengukur waktu transmisi gelombang
seismik,yang dikenal sebagai gelombang permukaan, yang dibangkitkan oleh sebuah
ledakan. Mallet meletakkan sebuah wadah kecil berisi merkuri pada beberapa
jarak dari sumber ledakan dan mencatat waktu yang diperlukan oleh merkuri untuk
be-riak. Pada tahun 1909, Andrija Mohorovicic menggunakan waktu jalar dari
sumber gempa bumi untuk eksperimennya dan menemukan keberadaan bidang batas
antara mantel dan kerak bumi yang sekarang disebut sebagai Moho.
Gelombang seismik mempunyai kelakuan yang sama
dengan kelakuan gelombang cahaya, sehingga hukum-hukum yang berlaku untuk
gelombang cahaya berlaku juga untuk gelombang seismik. Hukum-hukum tersebut
antara lain:
1. Huygens
mengatakan bahwa gelombang menyebar dari sebuah titik sumber gelombang ke
segala arah dengan bentuk bola.
2. Hukum
snellius menyatakan bahwa bila suatu gelombang jatuh diatas bidang batas dua
medium yang mempunyai perbedaan densitas, maka gelombang tersebut akan
dibiaskan jika sudut datang gelombang lebih kecil atau sama dengan sudut
kritisnya. Gelombang akan dipantulkan jika sudut datangnya lebih besar dari
sudut kritisnya. Gelombang datang, gelombang bias, gelombang pantul terletak
pada suatu bidang datar.
D.
Jenis-Jenis
Metode Seismik
Jenis-jenis metode seismik terbagi 2, yaitu:
1. Metode
Seismik Refraksi
Metode seismik refraksi adalah metode
yang mengukur gelombang yang dipantulkan sepanjang formasi geologi di bawah
permukaan tanah. Peristiwa refraksi umumnya terjadi pada permukaan air tanah
dan bagian paling atas formasi bantalan batuan cadas. Grafik waktu datang
gelombang pertama seismik pada masing-masing geofon memberikan informasi
mengenai kedalaman dan lokassi dari horizon geologi ini. Informasi ini kemudian
digambarkan dalam suatu penampang silang untuk menunjukkan kedalaman dari
permukaan tanah
2. Metode
Seismik Refleksi
Metode
seismik refleksi adalah metode seismik yang mengukur waktu yang diperlukan
suatu impuls suara untuk melaju dari sumber suara, terpantul oleh batas-batas
formasi geologi, dan kembali ke permukaan tanah pada sebuah geophone. Refleksi
dari suatu horizon geologi mirip dengan gema pada suatu muka tebing atau
jurang. Metode ini banyak dimanfaatkan untuk keperluan eksplorasi perminyakan,
penentuan sumber gempa ataupun mendeteksi struktur lapisan tanah.
Gambar
2.1. survey seismik refleksi darat
Gambar
2.2. survey seismik refleksi laut
E. Kelebihan
dan Kekurangan Metode Seismik Dibandingkan Metode Geofisika Lainnya
Kelebihan
|
Kekurangan
|
Dapat mendeteksi variasi baik lateral maupun
kedalaman dalam parameter fisis yang relevan, yaitu kecepatan seismik.
|
Banyaknya data yang dikumpulkan dalam sebuah
survei akan sangat besar jika diinginkan data yang baik
|
Dapat menghasilkan citra kenampakan struktur
di bawah permukaan
|
Perolehan data sangat mahal baik akuisisi dan
logistik dibandingkan dengan metode geofisika lainnya.
|
Dapat dipergunakan untuk membatasi kenampakan
stratigrafi dan beberapa kenampakan pengendapan.
|
Reduksi dan prosesing membutuhkan banyak
waktu, membutuhkan komputer mahal dan ahli-ahli yang banyak.
|
Respon pada penjalaran gelombang seismik
bergantung dari densitas batuan dan konstanta elastisitas lainnya. Sehingga,
setiap perubahan konstanta tersebut (porositas, permeabilitas, kompaksi, dll)
pada prinsipnya dapat diketahui dari metode seismik.
|
Peralatan yang diperlukan dalam akuisisi
umumnya lebih mahal dari metode geofisika lainnya.
|
Memungkinkan untuk deteksi langsung terhadap
keberadaan hidrokarbon
|
Deteksi langsung terhadap kontaminan, misalnya
pembuangan limbah, tidak dapat dilakukan.
|
F.
Kelebihan
dan Kekurangan Metode Seismik Refleksi dan Refraksi
Metode
Seismik Refraksi (Bias)
|
Metode
Seismik Refleksi (Pantul)
|
Keunggulan
|
Kelemahan
|
Pengamatan
refraksi membutuhkan lokasi sumber dan penerima yang kecil, sehingga relatif
murah dalam pengambilan datanya
|
Karena
lokasi sumber dan penerima yang cukup lebar untuk memberikan citra bawah
permukaan yang lebih baik, maka biaya akuisisi menjadi lebih mahal.
|
Prosesing
refraksi relatif simpel dilakukan kecuali proses filtering untuk memperkuat sinyal
first berak yang dibaca.
|
Prosesing
seismik refleksi memerluakn komputer yang lebih mahal, dan sistem data base
yang jauh lebih handal.
|
Karena
pengambilan data dan lokasi yang cukup kecil, maka pengembangan model untuk
interpretasi tidak terlalu sulit dilakukan seperti metode geofisika lainnya
|
Karena
banyaknya data yang direkam, pengetahuan terhadap database harus kuat,
diperlukan juga beberapa asumsi tentang model yang kompleks dan interpretasi
membutuhkan personal yang cukup ahli.
|
Kelemahan
|
Keunggulan
|
Dalam
pengukuran yang regional , Seismik refraksi membutuhkan offset yang lebih
lebar.
|
Pengukuran
seismik pantul menggunakan offset yang lebih kecil
|
Seismik
bias hanya bekerja jika kecepatan gelombang meningkat sebagai fungsi
kedalaman.
|
Seismik
pantul dapat bekerja bagaimanapun perubahan kecepatan sebagai fungsi
kedalaman
|
Seismik
bias biasanya diinterpretasikan dalam bentuk lapisan-lapisan. Masing-masing
lapisan memiliki dip dan topografi
|
Seismik
pantul lebih mampu melihat struktur yang lebih kompleks
|
Seismik
bias hanya menggunakan waktu tiba sebagai fungsi jarak (offset)
|
Seismik
pantul merekan dan menggunakan semua medan gelombang yang terekam.
|
Model
yang dibuat didesain untuk menghasilkan waktu jalar teramati.
|
Bawah
permukaan dapat tergambar secara langsung dari data terukur
|
DAFTAR PUSTAKA
Encyclopedia
Americana International Edition. Grolier Incorporate. 1990. Danbury,
Connecticut
Geofisika.
2010. Aplikasi metode geofisika dalam eksplorasi mineral. http:// www. Geocis.net/products/1/0/Geofisika/.


