- Back to Home »
- HomeWork 3 Introductory Geophysics
Posted by : Unknown
Rabu, 15 Juni 2016
Ayat-Ayat yang Berhubungan Dengan
Metode Geofisika
Allah
telah berfirman dalam surah Al-Fathir ayat 39
هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَمَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ ۖ وَلَا يَزِيدُ
الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًا ۖ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًا
Artinya: “Dialah
yang menjadikan kamu Khalifah-khalifah di muka bumi.barang siapa yang kafir,
maka kekafirannya menimpa dirinya sendiri, dan kekafiran orang-orang yang kafir
itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan
kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian
bagi mereka.” (Q.S. Al-Fathir : 39)
Ayat di atas menerangkan bahwa manusia diciptakan di
bumi ini sebagai khalifah. Tugas sebagai khalifah tentunya adalah berkuasa atas
segala yang ada di alam untuk dikelola untuk mencukupi kebutuhan.
Al-Baqarah ayat 22, yang berbunyi
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya:“Dialah
yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap. Dia
menurunkan air hujan dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala
buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu
bagi Allah, padahal kamu mengetahui” (Q.S. Al-Baqarah : 22)
Alam ini begitu luas dan di dalamnya menyimpan
sangat banyak manfaat termasuk di dalamnya air yang merupakan sumber kehidupan
yang sampai saat ini tidak dapat tergantikan. Hal ini dijelaskan pada ayat di
atas, bahwa dengan air dari langit (hujan) maka dihasilkanlah segala kebutuhan
manusia.
Metode-Metode Geofisika
Bumi
sebagai tempat tinggal manusia secara alami menyediakan sumber daya alam yang
berlimpah khususnya di Indonesia. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus
berupaya untuk dapat memanfaatkan sumber daya yang ada untuk kesejahteraan
bangsa. Keterbatasan ilmu untuk mengolah sumber daya alam tersebut menjadi
kendala untuk melangkah lebih lanjut. Sehingga kita sebagai penerus bangsa
perlu mempelajari cara atau metode untuk mengungkap suatu informasi yang terdapat
di dalam perut bumi. Salah satu cara atau metode untuk mengungkap suatu
informasi yang tersebut dengan menggunakan metode survei geofisika. Metode ini
merupakan salah satu cabang ilmu fisika yang mempelajari bidang bumi khususnya
perut bumi berdasarkan konsep fisika.
Survei geofisika yang sering
dilakukan antara lain; Metode gravitasi (gaya berat), Metode Magnetik, Metode
dengan gelombang Seismik dan juga dengan metode Geolistrik dan elektromagnetik.
A.
Metode
Potensial
Metode
potensial adalah salah satu metode yang ada didalam geofisika untuk mengetahui
struktur di dalam permukaan bumi. Metode ini terbagi atas dua, yaitu Metode
Magnetik dan Metode Gravitasi. Berikut penjelasannya:
1. Metode
Magnetik
Metode magnetik adalah salah satu
metode yang digunakan untuk menyelidiki kondisi permukaan bumi dengan
memanfaatkan sifat kemagnetan batuan yang diidentifikasikan oleh kerentanan
magnet batuan. Metode ini didasarkan pada pengukuran variasi intensitas
magnetik di permukaan bumi yang disebabkan adanya variasi distribusi (anomali)
benda termagnetisasi di bawah permukaan bumi. Variasi intensitas medan magnetik
yang terukur kemudian ditafsirkan dalam bentuk distribusi bahan magnetik
dibawah permukaan, kemudian dijadikan dasar bagi pendugaan keadaan geologi yang
mungkin teramati.
2. Metode
Gravitasi
Metode gravitasi merupakan metode
geofisika yang didasarkan pada pengukuran variasi medan gravitasi. Pengukuran
ini dapat dilakukan di permukaan bumi, di kapal maupun di udara. Dalam metode
ini yang dipelajari adalah variasi medan gravitasi akibat variasi rapat massa
batuan di bawah permukaan sehingga dalam pelaksanaannya yang diselidiki adalah
perbedaan medan gravitasi dari satu titik observasi ke titik observasi lainnya.
Metode gravitasi umumnya digunakan dalam eksplorasi jebakan minyak (oil trap),
struktur geologi, endapan sungai purba, lubang di dalam massa batuan dan
lain-lain. Disamping itu metode ini juga banyak dipakai dalam eksplorasi
mineral lainnya. Prinsip pada metode ini adalah mempunyai kemampuan dalam membedakan
rapat massa suatu material terhadap lingkungan sekitarnya. Perpisahan anomali
akibat rapat massa dari kedalaman yang berbeda dilakukan dengan menggunakan
filter matematis atau filter geofisika. Dengan demikian struktur bawah
permukaan dapat diketahui. Pengetahuan tentang struktur bawah permukaan ini
penting untuk perencanaan langkah-langkah eksplorasi baik minyak maupun mineral
lainnya.
B. Metode Geolistrik dan
Elektromagnetik
Geolistrik
dan elektromagnetik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari
sifat aliran listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di
permukaan bumi. Dalam hal ini meliputi pengukuran potensial, arus dan medan
elektromagnetik yang terjadi baik secara alamiah maupun akibat injeksi arus ke
dalam bumi. Ada beberapa macam metode geolistrik dan elektromagnetik, misalnya
: Resistivity (tahanan jenis), IP(Induced Polarization), SP(Self Potensial), Mise a-lamase, VLF (Very
Low Frequency), dan GPR (Ground Penetrating Radar). Berikut penjelasannya
1. Resistivity
(Tahanan Jenis)
Metode Resistivity atau sering
disebut dengan metode tahanan jenis merupakan salah satu metode geolistrik yang
mempelajari sifat resistivitas dari batuan di dalam bumi. Pada metode ini, arus
listrik diinjeksikan ke dalam bumi melalui dua elektroda arus, kemudian beda
potensial yang terjadi diukur melalui dua elektroda potensial. Dari hasil
pengukuran arus dan beda potensial untuk setiap jarak elektroda yang berbeda
kemudian dapat diturunkan variasi harga hambatan jenis masing-masing lapisan di
bawah titik ukur.
Metode ini lebih efektif jika
digunakan untuk eksplorasi yang sifatnya dangkal, karena metode ini jarang
memberikan informasi lapisan di kedalaman lebih dari 1000 kaki. Oleh karena itu
metode ini jarang digunakan untuk eksplorasi minyak tetapi lebih banyak
digunakan dalam kedalaman batuan dasar, pencarian reservoir air dan eksplorasi
geotermal.
2. IP
(Induced Polarization)
Metode IP adalah salah satu metode geofisika yang
relatif baru dan sedang berkembang pesat terutama dalam bidang pertambangan
yaitu eksplorasi mineral ekonomis dan geofisika lingkungan. Metode IP pada
dasarnya merupakan pengembangan dari metode resistiviti dan metode IP terbukti
mampu menutupi kelemahan-kelemahan metode resistiviti pada berbagai kasus.
3. SP
(Self Potensial)
Metode SP merupakan metode geofisika
yang paling tua dengan tanpa menginjeksikan arus. Dalam batuan terdapat
mineral-mineral sehingga terdapat elektron yang bergerak, dengan begitu
terdapat arus alam. Karena arus alam yang sangat kecil, jika dibandingkan
dengan arus injeksian maka digunakan alat ukur yang lebih peka. Pengukuran SP
dilakukan pada lintasan tertentu dengan tujuan untuk mengukur beda potensial
antara dua titik yang berbeda. Untuk melakukan pengukuran dengan metode SP ini
dengan menggunakan elektroda
“phorouspot” agar memperoleh kontak yang baik antara elektroda dan
lapisan tanah.
4. Metode
Mise a-lamase
Metode Mise a-lamase merupakan salah
satu metode geofisika yang bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai
zona-zona yang potensial bagi pengembangan lapangan panas bumi dengan cara
mencitra langsung bagian-bagian yang konduktif dari reservoir.
5. VLF
(Very Low Frequency)
Salah satu metode yang banyak digunakan
dalam prospektif geofisika adalah metode elektromagnetik. Metode magnetik VLF
biasanya digunakan untuk ekplorasi benda-benda konduktif. Perubahan
komponen-komponen medan akibat variasi konduktivitas dimanfaatkan untuk
menentukan struktur bawah permukaan. Medan elektromagnetik yang digunakan dapat
diperoleh dengan sengaja membangkitkan medan elektromagnetik disekitar daerah
observasi, pengukuran seperti ini disebut teknik pengukuran aktif. Contoh dari
metode ini adalah Turam elektromagnetik. Metode ini kurang praktis dan daerah
observasi dibatasi oleh besarnya sumber yang dibuat. Teknik pengukuran lain
adalah teknik pengukuran pasif, teknik ini memanfaatkan medan elektromagnetik
yang berasal dari sumber yang secara tidak sengaja dibangkitkan disekitar
daerah pengamatan. Gelombang elektromagnetik ini berasal dari alam dan dari
pemancar frekuensi rendah (15 – 30 KHz). Teknik ini lebih praktis dan mempunyai
jangkauan daerah pengamatan yang luas.
6. GPR
(Ground Penetrating Radar)
Metode GPR juga biasa disebut
Georadar. Dimana Georadar berasal dari dua kata yaitu Geo yang berarti bumi dan
radar yang merupakan singkatan dari radio detection and ranging. Jadi arti
harfiahnya adalah alat pelacak bumi menggunakan gelombang radio. GPR baik
digunakan untuk eksplorasi dangkal dengan ketelitian yang amat tinggi sehingga
mampu mendeteksi benda sasaran bawah permukaan hingga benda yang berdimensi
beberapa sentimeter.
GPR merupakan salah satu metode
geofisika yang menggunakan sumber gelombang elektromagnetik. Karena itu metode
GPR tergolong metode geofisika yang tidak merusak. Kekurangan metode ini adalah
penetrasinya tidak terlalu dalam atau daya tembusnya hanya sampai 100 m.
Hasil pencitraan GPR bisa
memunculkan informasi semacam ketebalan permukaan aspal jalan, jalur pipa bawah
tanah untuk mencari bedrock yang pas guna pondasi bangunan hingga mencari mayat
hilang dan fosil arkeologi.
C. Metode
Seismik
Metode
seismik merupakan salah satu metode geofisika yang digunakan untuk eksplorasi
sumber daya alam dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi dengan bantuan
gelombang seismik. Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan menggunakan metode
seismik banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk melakukan
pemetaan struktur di bawah permukaan bumi untuk bisa melihat kemungkinan adanya
jebakan-jebakan minyak berdasarkan interpretasi dari penampang seismiknya.
Dalam metode seismik pengukuran dilakukan dengan menggunakan sumber seismik
(ledakan, dll). Setelah sumber diberikan maka akan terjadi gelombang di dalam
medium (tanah atau batuan) yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah
dan mengalami pemantulan atau pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan,
kemudian pada suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut direkam sebagai
fungsi waktu. Metode seismik diantaranya adalah metode Refleksi dan Refraksi.
1.
Metode Seismik Refraksi
Metode
seismik refraksi adalah metode yang mengukur gelombang yang dipantulkan
sepanjang formasi geologi di bawah permukaan tanah. Peristiwa refraksi umumnya
terjadi pada permukaan air tanah dan bagian paling atas formasi bantalan batuan
cadas. Grafik waktu datang gelombang pertama seismik pada masing-masing geofon
memberikan informasi mengenai kedalaman dan lokassi dari horizon geologi ini.
Informasi ini kemudian digambarkan dalam suatu penampang silang untuk
menunjukkan kedalaman dari permukaan tanah.
2.
Metode Seismik Refleksi
Metode
seismik refleksi adalah metode seismik yang mengukur waktu yang diperlukan
suatu impuls suara untuk melaju dari sumber suara, terpantul oleh batas-batas
formasi geologi, dan kembali ke permukaan tanah pada sebuah geophone. Refleksi
dari suatu horizon geologi mirip dengan gema pada suatu muka tebing atau
jurang. Metode ini banyak dimanfaatkan untuk keperluan eksplorasi perminyakan,
penentuan sumber gempa ataupun mendeteksi struktur lapisan tanah.
Gambar
1. survey seismik refleksi darat
Gambar
2. survey seismik refleksi laut
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Alat-alat survei
geofisika. https:// rezaaprilda.
wordpress.com /2012/05/03/alat-alat-survey-geofisika/.
Geofisika. 2010. Aplikasi metode
geofisika dalam eksplorasi mineral. http://
www. Geocis.net/products/1/0/Geofisika/.
Simalanggo,
Alfonsus. 2010. Metode Gravity. http:// alfonsussimalango. blogspot.co.id
/2010/10/metode-gravity.html
Wikipedia. 2015. Metoda Seismik. https://id.wikipedia.org/wiki/Metoda_seismik

