- Back to Home »
- HomeWork 4 Introductory Geophysics
Posted by : Unknown
Rabu, 15 Juni 2016
Ayat yang berhubungan dengan materi
METODE
MAGNETIK
Metoda
Geomagnet adalah salah satu metoda di geofisika yang memanfaatkan sifat
kemagnetan bumi. Menggunakan metoda ini diperoleh kontur yang
menggambarkan distribusi susceptibility batuan di bawah permukaan pada arah
horizontal. Dari nilai susceptibility selanjutnya dapat dilokalisir /
dipisahkan batuan yang mengandung sifat kemagnetan dan yang tidak.
Mengingat survey ini hanya bagus untuk pemodelan kearah horizontal, maka untuk
mengetahui informasi kedalamannya diperlukan metoda Resistivity 2D. Jadi,
survey geomagnet diterapkan untuk daerah yang luas, dengan tujuan untuk mencari
daerah prospek. Setelah diperoleh daerah yang prospek selanjutnya dilakukan
survey Resistivity 2D.
A.
Sejarah
Metode Geofisika
Metode Geomagnetik pertama kali di teliti oleh
Sir William Gilbert (1540-1603) kurang lebih 400 tahun yang lalu. Gilbert
adalah orang yang pertama kali melihat bahwa medan magnet bumi ekivalen dengan
arah utara – selatan sumbu rotasi bumi. Penemuan Gilbert kemudian diperdalam
oleh Van Wrede (1843) untuk melokalisir endapan bijih besi dengan mengukur
variasi magnet di permukaan bumi. Hasil penelitiannya kemudian dibukukan oleh
Thalen (1879) dengan judul :” The Examination Of Iron Ore Deposite By Magnetic
Measurement” yang kemudian menjadi pionir bagi pengukuran magnetisasi bumi
(Geomagnet) Metode magnet adalah salah satu metode geofisika yang digunakan
untuk menyelidiki kondisi permukaan bumi dengan memanfaatkan sifat kemagnetan
batuan yang diidentifikasikan oleh kerentanan magnet batuan.
B.
Pengertian
Metode Magnetik
Metode
Magnetik adalah salah satu metode geofisika yang masuk dalam bagian dari metode
potensial. Metode magnetik adalah salah satu metode yang digunakan untuk menyelidiki
kondisi permukaan bumi dengan memanfaatkan sifat kemagnetan batuan yang
diidentifikasikan oleh kerentanan magnet batuan. Metode ini didasarkan pada
pengukuran variasi intensitas magnetik di permukaan bumi yang disebabkan adanya
variasi distribusi (anomali) benda termagnetisasi di bawah permukaan bumi.
Variasi intensitas medan magnetik yang terukur kemudian ditafsirkan dalam
bentuk distribusi bahan magnetik dibawah permukaan, kemudian dijadikan dasar
bagi pendugaan keadaan geologi yang mungkin teramati.
C.
Medan
Magnet Bumi
Medan
magnet bumi terkarakterisasi oleh parameter fisis atau disebut juga elemen
medan magnet bumi, yang dapat diukur yaitu meliputi arah dan intensitas
kemagnetannya. Parameter fisis tersebut meliputi :
1.
Deklinasi (D), yaitu sudut antara
utara magnetik dengan komponen horizontal yang dihitung dari utara menuju timur
2.
Inklinasi(I), yaitu sudut antara medan magnetik total dengan bidang
horizontal yang dihitung dari bidang horizontal menuju bidang vertikal ke
bawah.
3.
Intensitas Horizontal (H), yaitu besar dari medan magnetik total pada bidang horizontal.
4.
Medan magnetik total (F), yaitu besar dari vektor medan magnetik total.
Medan
magnet utama bumi berubah terhadap waktu. Untuk menyeragamkan nilai-nilai medan
utama magnet bumi, dibuat standar nilai yang disebut International Geomagnetics
Reference Field (IGRF) yang
diperbaharui setiap 5 tahun sekali. Nilai-nilai IGRF tersebut diperoleh dari
hasil pengukuran rata-rata pada daerah luasan sekitar 1 juta km2 yang dilakukan dalam waktu satu tahun.
Medan magnet bumi terdiri dari 3 bagian :
1. Medan Magnet utama
Medan
magnet utama dapat didefinisikan
sebagai medan rata-rata hasil pengukuran dalam jangka waktu yang cukup lama
mencakup daerah dengan luas lebih dari 106 km2..
2.
Medan Magnet luar
Medan magnet luar berasal dari pengaruh luar bumi yang merupakan hasil
ionisasi di atmosfer yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet dari matahari.
Karena sumber medan luar ini berhubungan dengan arus listrik yang mengalir
dalam lapisan terionisasi di atmosfer, maka perubahan medan ini terhadap waktu
jauh lebih cepat.
3.
Medan Magnet Anomali
Medan magnet
anomali sering juga disebut medan magnet
lokal (crustal field). Medan magnet ini dihasilkan oleh batuan
yang mengandung mineral bermagnet seperti magnetite (), titanomagnetite () dan
lain-lain yang berada di kerak bumi.
D.
Kegunaan
Metode Magnetik
Metode
Magnetik tentu saja mempunyai kegunaan atau tujuan, berikut diantaranya:
1. Eksplorasi
Minyak Bumi Menggunakan Metode Magnetik
Metode
ini mengukur variasi medan magnetik bumi yang disebabkan perbedaan properti
magnetik dari bebatuan di bawah permukaan. Survei magnetik dan gravitasi
biasanya dilakukan di wilayah yang luas seperti misalnya suatu cekungan
(basin).
Dalam
eksplorasi migas metoda gravity dan magnetik memang hanya dipergunakan untuk
tahap awal , terutama guna tujuan regional untuk mengetahui konfigurasi basement (batuan dasar). Tujuan utamanya
adalah untuk mengetahui ketebalan sedimen, makin tebal makin bagus dan potensial untuk source rock. Untuk penentuan
struktur geologinya digunakan metoda seismik.
2. Eksplorasi
Panas Bumi Dengan Metode Magnetik
Keadaan
reservoir panas bumi dapat digambarkan menggunakan metode magnetik. Eksplorasi
panas bumi dengan metode magnetik dilakukan dengan menafsir secara kuantitatif
terhadap tubuh intrusi. Biasanya panas bumi terletak di daerah vulkanik.
Kerentanan magnet panas bumi sangat bergantung pada variasi batuan di lapangan
yang telah terpengaruh panas. Dengan mengetahui kerentanan (k) magnetik batuan,
dapat dikettahui informasi tentang panas bumi.
3. Eksplorasi
Biji Besi Dengan Metode Magnetik
Studi
ini menggambarkan kemampuan metoda magnetik dalam eksplorasi bijih besi (iron
ore) yang yang berasosiasi dengan granit. Besar anomali magnetik dipengaruhi
sangat kuat oleh induksi ferromagnetik bijih besi yang terkandung pada granit.
Berdasarkan pemodelan 2D dan inversi 3D dapat diduga bahwa granit pembawa bijih
besi mengintrusi secara menjari (dike) dengan jenis mineral utama adalah
magnetit. Batuan granit yang mengandung bijih besi (iron ore) berasosiasi
dengan anomali magnet besar (+).
Metoda magnetik berguna untuk memetakan dan menghitung
potensi bijih besi dibawah permukaan. Interpretasi kuantitatif dilakukan untuk
menggambarkan bentuk tubuh ’iron ore’ di bawah permukaan berdasarkan anomali
magnetik dan geologi. Interpretasi dilakukan dengan pemodelan ke depan (forward
modeling) secara 2D dan 3D.
4. Eksplorasi
Air Dengan Metode Magnetik
Air
tanah dapat menyebabkan suatu endapan yang menimbulkan arus lemah (battery
action). Arus ini akan menghasilkan medan magnet. Pengukuran-pengukuran
tegangan (voltase) secara sistematis di permukaan dapat memperlihatkan suatu
perubahan yang signifikan jika terdapat
mineralisasi di bawah permukaan.
E.
Pengambilan
Data Geomagnet di Lapangan
Penyelidikan
magnet biasanya dilakukan di darat, di udara dan di laut. Teknik lapangannya
tentu saja berbeda ketiga jenis survey ini, walaupun operasi di udara dan di
laut pada umumnya melakukan penelitian yang sama juga peralatan rekamannya sama
pula. Karena pembacaan dan pengumpulan data lapangan sangat mudah dilakukan,
penyelidikan cara ini biasanya dipergunakan dalam penyelidikan-penyelidikan
pendahuluan. Maksudnya secara garis besarnya, setelah ini biasanya dilanjutkan
dengan penyelidikan lebih detail pada daerah-daerah yang dianggap prospektip.
Secara bersamaan, cara ini dapat pula dipadukan dengan cara penyelidikan yang
lain. Sifat penyelidikan dapat secara langsung ataupun tak langsung terhadap
obyek yang dicari.
1. Pengambilan
Data Dari Udara.
Pengambilan
data dari udara biasanya dilakukan untuk memetakan daerah yang luas. Hasilnya
dapat memberikan petunjuk untuk penyelidikan selanjutnya.
Pengukuran
dilakuakan terhadap medan magnetik total sebab untuk mengukur salah satu komponen,
baik vertikal ataupun horizontal, presisi posisi sangat menentukan, dan ini
sukar dilakukan pada penyelidikan ini.
2. Pengambilan
Data Dari Laut
Pengambilan
data dari laut biasanya menggunakan alat yang disebut flux-gate dan proton magnetometer. Alatnya
biasanya ditarik sejauh 150 hingga 300 meter dibelakang kapal, maksudnya untuk
menghindari pengaruh dari kapal tersebut. Kedalamannya alat sekitar 15 meter di
bawah permukaan air laut. Penyelidikan laut memerlukan biaya yang mahal.
Kegunaannya terasa apabila secara bersamaan dilakukan pula misalnya
penyelidikan cara gaya berat. Sasarannya ialah untuk memberikan konfigurasi
struktur geologi di bawah dasar laut. Disamping itu juga mempersiapkan peta
geomagnet regional.
3. Pengambilan
Data Dari Darat
Cara penyelidikan ini merupakan cara yang
paling tua dilakukan orang. Letak dan penyebaran titik-titik pengamatan
disesuaikan dengan sasaran yang akan dicapai. Biasanya dikombinasi dengan
penyelidikan gaya berat sebab kerapatan titik pengamatan hampir sama.
Keadaan topografipun sangat berpengaruh
pada pengukuran, begitu pula susceptibilitas bahan tubuh magnet menentukan pula
besar kecilnya pengukuran medan magnet yang diteliti.
F.
Kelebihan
dan kekurangan Metode Magnetik
Metode
Magnetik selaku salah satu metode geofisika tentunya mempunyai kelebihan dan
kekurangan, diantaranya sebagai berikut:
1. Kelebihan
Metode Magnetik
a. Metode
ini sensitive terhadap perubahan vertical, umumnya digunakan untuk mempelajari
tubuh intrusi, batuan dasar, urat hydrothermal yang kaya akan mineral
ferromagnetic, struktur geologi. Umumnya tubuh intrusi, urat hydrothermal kaya
akan mineral ferromagnetic(Fe3O4, Fe2O3) yang memberi kontras pada batuan
sekelilingnya.
b.
Mineral-mineral ferromagnetic akan kehilangan
sifat kemagnetannya bila dipanasi mendekati temperatur Curie oleh karena itu
efektif digunakan untuk mempelajari daerah yang dicurigai mempunyai potansi
Geothermal.
c.
Data acquitsition dan data proceding
dilakukan tidak serumit metoda gaya berat. Penggunaan filter matematis umum
dilakukan untuk memisahkan anomaly berdasarkan panjang gelombang maupun
kedalaman sumber anomaly magnetic yang ingin diselidiki.
2. Kekurangan
Metode Magnetik
Setiap
jenis batuan di bumi walaupun dalam pengklasifikasian atau penamaannya sama,
dapat saja mempunyai sifat dan karakteristik yang spesifik akibat peristiwa
geologi yang dialaminya. Sehingga bisa memberikan data yang didapat bisa
berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya di bawah permukaan.
DAFTAR
PUSTAKA
/2010/10/06/metode-geomagnet/
(diakses pada 11 April 2016).
Geofisika. 2010. Aplikasi metode
geofisika dalam eksplorasi mineral.http://www.
Geocis.net/products/1/0/Geofisika/. (diakses pada 11 April 20016)
Muh.Mizanul Haq. 2015. Metode Geomagnet. http://dokumen.tips/documents/
metode-geomagnetik-55c9c6c7be9d1.html. (diakses
pada 11 April 2016).